[Xbox 360] The Last Remnant – Square Enix – RPG

https://i1.wp.com/ui11.gamespot.com/394/lastremnant3_2.jpg

Cerita dari The Last Remnant berpusat pada seorang cowok bernama Rush Sykes. Rush adalah seorang cowok yang tengah berpetualang untuk menemukan kembali Irina, adiknya yang diculik. Rush dan Irina merupakan anak dari sepasang suami-istri peneliti artifak magis yang disebut remnant. Seperti cerita di game-game RPG bergaya Jepang kebanyakan, cerita di game ini enggak sebatas hanya pada upaya Rush dalam membawa pulang adiknya. Ceritanya bakalan semakin berkembang seiring dengan perjalanan loe di game ini. Rush bakal menemukan dirinya berada di tengah konflik pertikaian antar dua kubu yang berpusat pada persoalan mengenai remnant. Game ini tampil membawakan satu cerita yang menarik di tengah setting yang imajinatif dan juga battle yang kolosal.

The Last Remnant hadir sebagai JRPG dengan battle system bergaya turn-based yang cukup inovatif. Cukup inovatif karena loe enggak cuma sekedar bergerak menjalankan command perorangan secara bergantian, tapi di game ini loe bakalan bergerak mengendalikan tim yang disebut “Union.” Enggak cuma satu union aja yang bisa loe jalanin di game ini. Seiring dengan makin jauhnya perjalanan loe, loe bakalan ngebuka jumlah karakter yang semakin banyak dan dengan begitu, maka union loe pun bakalan bisa makin banyak pula. Jumlah union di sini dipengaruhi oleh karakter leader yang loe punya. Buat ngebentuk satu union, loe ngebutuhin satu karakter leader di dalamnya.

Di game ini, loe enggak akan nemuin random encounter. Musuh-musuh yang ada di game ini keliatan di layar dan bisa loe samperin buat memulai battle. Dengan nyamperin musuh itu secara frontal, loe bakalan dapet keuntungan untuk bisa nyerang duluan. Kalau loe terkena serangan dari belakang, maka loe enggak akan ngedapetin keuntungan itu. Yang ada, malah musuh yang ngedapetin kesempatan buat nyerang loe lebih dulu.

Game ini juga dilengkapi dengan fitur encounter link. Jadi, banyaknya musuh loe itu bakal dipengaruhi oleh encounter yang ada di sekitar loe. Semakin banyak encounter yang loe akumulasikan, maka kemungkinan loe buat ngedapetin experience dan item yang lebih bakalan jadi lebih banyak. Di dalam battle, loe bakalan ngeliat satu bar di bagian atas yang disebut dengan morale bar. Bar tersebut dipengaruhi oleh keadaan dalam battle dan bisa mempengaruhi performa karakter loe di dalam battle juga. Selain itu, dalam tiap battle loe juga bakalan nemuin istilah-istilah yang menjelaskan keadaan loe. Mulai dari deadlock, flanking, interference, hingga raidlock. Fitur Quick Time Events juga bakalan loe temuin di battle pada game ini.

Fitur side-quests juga hadir di game ini. Loe bisa ngerekrut karakter-karakter yang ada dan ngejalanin sejumlah quest tersebut. Dengan menyelesaikan quest-quest itu, loe bakalan memperoleh sejumlah reward. Di game ini loe juga bisa nge-save dimana aja. Di satu sisi, fitur ini bakalan mempermudah loe, namun dengan begini, loe jadi enggak akan tau checkpoint dari suatu dungeon. Padahal, biasanya save point itu diletakkan dengan sengaja supaya loe bisa tau saat loe yang tepat buat nge-save. Dunia yang ada di game ini juga cenderung terasa cukup terbatas.

Teknis grafis adalah masalah utama buat game ini. Gimana enggak gue bilang gitu? Meskipun game ini adalah game pertama Square Enix yang menerapkan Unreal Engine 3, hal ini enggak banyak berarti buat game ini. Frame rate yang enggak stabil dan cenderung drop bakalan cukup bikin loe bete sewaktu mainin game ini. Banyaknya karakter yang muncul dalam suatu battle sepertinya udah nyebabin overload. So, slowdown dan lagging bakalan jadi santapan loe di game ini. Gue sarankan buat loe untuk memanfaatkan fitur install ke hard disk supaya masalah pada teknis grafis ini bisa lebih diminimalisir. Detil environment dan karakter di game ini bisa dibilang cukup oke, namun buat urusan detil di bagian muka, kayaknya game ini masih kurang memuaskan, karena loe masih bisa nemuin lip sync yang terlihat miss. Loading yang bener-bener terlalu sering juga bisa bikin loe cukup ngerasa males mainin game ini. Kualitas grafis dari game ini enggak bisa dibilang jelek, namun teknisnya yang bener-bener menurunkan nilai kualitas grafisnya.

Untuk urusan sound-nya, game ini bisa dibilang cukup oke. Sejumlah background music yang ada di game ini terdengar cukup tematis dan pas dengan suasananya. Nuansa musik yang cukup orkestral pun mampu menambah kesan epik dan kolosal dari game ini. Sayangnya, kualitas voice acting pada game ini masih kerasa cukup minus. Beberapa karakter kedengeran cukup oke, namun hal yang sebaliknya juga terjadi pada sisanya.

Game ini punya jalan cerita yang cukup panjang. Dua DVD dari game ini bakalan menghabiskan durasi sekitar 50 jam lebih untuk loe kelarin. Gameplay yang inovatif bisa dibilang cukup menarik buat dijajal. Tapi, kemungkinan yang lebih punya lasting appeal pada game ini terletak pada story-nya yang cukup panjang dan menarik buat loe cari tau kelanjutannya.

Secara keseluruhan, game ini sebenernya bakalan cukup oke, kalau bener-bener dirampungkan. Sayangnya, sejumlah kekurangan yang terletak pada hal teknis udah cukup ngebuat gue berpikir kalau game ini merupakan sebuah game yang masih belum sempurna pengerjaannya. Sejumlah masalah teknis pada engine game ini seharusnya bisa dipertimbangkan pengerjaannya untuk hasil yang lebih baik. Inovasi gameplay RPG dengan nuansa yang kolosal dan epik cukup memberikan nilai lebih buat game ini, namun gameplay ini sepertinya bakalan terasa cukup membingungkan bagi gamer yang masih baru dengan gameplay semacam ini. Kekecewaan gue terhadap game ini sebagian besar cukup terletak pada kualitas grafisnya. Terlepas dari hal itu, game ini cukup gue bilang passable. Gue harap, Square Enix bisa belajar lebih banyak lagi untuk mengembangkan engine beserta dengan teknis dari game-game berikutnya.

Iklan

~ oleh Alex Regaliano pada Desember 2, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: